
Penggunaan teknologi komunikasi informasi oleh masyarakat, berjalan signifikan dengan perubahaan model bisnis berbagai sektor di era ekonomi digital saat ini. Salah satu sektor yang berubah drastis adalah biro perjalanan (travel). Perubahan model bisnis travel dari konvensional hingga menuju ke masa depan merupakan perubahan teknologi yang berkembang tetapi akan menimbulkan masalah lain, diantara ketidakpastian pasar lokal, masalah pajak, perlindungan konsumen, minimnya peraturan pemerintah yang mengatur dan lain sebagainya. Indonesia telah memasuki era baru dalam dunia bisnis yaitu dunia ekonomi digital
Banyak sektor industri yang telah beralih ke ekonomi digital diantaranya sektor transportasi. Sektor transportasi yang perkembangannya sangat mendukung penuh adanya teknologi dalam pengembangannya adalah bisnis travel atau biro perjalanan (agen perjalanan wisata). Bisnis ini merupakan bisnis yang cukup menjanjikan mengingat destinasi wisata yang ada di Indonesia sangat banyak dan beragam mulai dari keindahan lautnya, menantang tingginya pegunungan, menyusuri sungai-sungai, keanekaragaman budaya, hingga bercengkerama dengan hewan-hewan liar yang ada di hutan liar.
Hampir semua aspek di dunia, termasuk pariwisata, tengah merambah dunia digital. Hal itu harus diterima dengan lapang dada oleh para pegiat pariwisata “konvensional,” seperti travel agent atau agen perjalanan wisata.
Kemajuan teknologi serta pemanfaatannya, merupakan alasan terkuat terjadina evolusi model bisnis travel dari konvensional ke existingatau yang sedang berjalan saat ini, kemajuan dan penggunaan teknologi mengakibatkan banyaknya perubhaan pola bisnis, industri serta perubahan sosial. Kemudahan mengakses internet, mampu merubah drastis berbagai sektor industri termasuk pariwisata/travel. Internet telah menjadi sumber informasi yang utama bagi para wisatawan dan merupakan sebuah platformbagi transaksi bisnis.
Perkembangan dan pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan perjalan mulai dari pemesanan tiket hingga penginapan yang dilakukan melalui penggunaan travel online.Biro-biro perjalanan yang dulu menggunakan jasa konvensional secara perlahan mulia menghilang. Kini masyarakat sudah jarang membeli tiket pesawat maupun kereta di gerai-gerai pembelian tiket, masyarakat lebih memilih untuk menggunakan smartphoneyang terkoneksi dengan internet dan memesannya melalui fitur-fitur telah disediakannya yang dipesan melalui beberpa jasa penjualan tiket onlineseperti Traveloka, Trivago, Pegi-pegi, Tiket.com, dan lain-lain karena lebih praktis, efisien dan efektif.

Sebelum TIK berkembang psat dengan penggunaan internet yang masif, model bisnis travel konvensional terbilang sederhana. Transaksi (pertukaran) informasi bisa terjadi secara langsung dan juga melalui mediakonvensionaseperti majalah, surat kabar, pamflet, poster, selebaran, radio, televisi dan media publik lainya. Komunikasi pada travel konventional Mayoritas terbentuk scara tatap muka.
Kemajuan teknologi serta pemanfaatannya, merupakan alasan terkuat terjadina evolusi model bisnis travel dari konvensional ke existingatau yang sedang berjalan saat ini, kemajuan dan penggunaan teknologi mengakibatkan banyaknya perubhaan pola bisnis, industri serta perubahan sosial. Kemudahan mengakses internet, mampu merubah drastis berbagai sektor industri termasuk pariwisata/travel. Internet telah menjadi sumber informasi yang utama bagi para wisatawan dan merupakan sebuah platformbagi transaksi bisnis.
Kemunculan situs-situs penyedia informasi hotel dan tempat wisata, sekaligus fitur untuk pemesanannya, membuat peta bisnis perjalanan wisata pelan-pelan berubah. Oleh karena itu, model bisis travel saat ini mempunyai karakteristik khusus yang positif antar lain berbasis transaksi informasi, dimana informasi bisa dipertukarkan antaa penyedia jasa (produsen) dengan pembeli (konsumen), informasi bersifat langsung informasi yang disampaikan oleh produsen langsung ke sasaran pasar (produsen) tanpa perantara, lintas batas siapapun dan dari negara manapun juga dapat memanfaatkan bisnis ini. Karakteristik lainnya adalah bersifat cepat baik dalam memperoleh informasi maupun proses transaksi.
Kondisi ini sekaligus juga menghasilkan peluang dan tantangan tidak saja bagi penyedia jasa bisnis travel baru, namun juga bagi konsumen serta pemerintah sebagai regulator kebijakan. Tantangan yang dihadapi diantaranya penurunan pajak, persoalan keamanan data pribadi serta masih lemahnya perlindungan konsumen. Bisnis travel online yang dijalankan perseorangan tidak mepunyai perusahaan/perseroan terbatas, sehingga tidak membayar pajak. Selain itu banyaknya perusahaan anonimitas, yang berada di luar Indonesia namun memberikan layanan di dalam negeri.